Rabu, 26 Juni 2013

kecelakaan itu membawa hikmah

Tepatnya 8 Oktober 2012 saya dan ayah mengalami kecelakaan .
kira nya jam 06:00 pagi saya keluar dari rumah, hendak akan pergi kerja ke bandung dan di antar oleh ayah .Tidak ada tanda-tanda kalau pagi itu saya akan mengalami kecelakaan ,hanya saja pagi itu ada beberapa percakapan yg saya dan ayah katakan , begini :

Saya   : Yah pake jaket, dingin .
Ayah  : Cuman sebentar , bandung kan deket .
Saya  : Yah ga usah isi bensin lagi, udah tadi malem .
Ayah  : Ga apa2 biar nanti pulangnya ga ngisi lagi .
Saya  : Yauda .

Akhirnya kami mengisi Bensin di pom yang jaraknya tidak jauh dari rumah .
Setelah itu saya dan ayah memulai perjalanan lagi , dan tanpa di sadari standar motor ternyata dalam posisi terbuka .
Kira-kira jarak 500M dari pom bensin, jalan yang kami lalui memang cukup curam , dan disitu kejadian berlangsung , Tepatnya di tikungan yg tajam motor pun terpental dan menabrak truk box . 
Saya dan ayah terlempar , saya shock dan hampir tidak percaya kalau sebenernya saya mengalami kecelakaan saat itu, ketika itu saya mencoba berdiri karena ingin menghampiri ayah yang saat itu sudah berlumuran darah , tapi apa daya, saya tidak dapat berdiri , kaki saya patah , dan saya makin shock , tapi saya mencoba bersikap tenang .

Tidak lama kemudian mobil polisi datang dan membawa ayah saya ke rumah sakit DR.Slamet , seangkan saya masih berada di pinggir jalan, ketika polisi akan menghubungi ambulance saya menolak , karena saya phobia dengan mobil ambulance. Akhirnya saya pun di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil polisi .
Setibanya di rumah sakit saya di bawa ke UGD dan langsung di tangani oleh dokter yang bertugas , perasaan saat itu campur aduk antara percaya dan tidak percaya kalau kaki saya dan ayah patah , ingin rasanya berteriak , ingin rasanya menangis , tapi tak ada air mata yang keluar .
Ada banyak sahabat dan keluarga yang datang untuk memberi support saat itu .
Singkat ceita saya dan ayah sudah berada di ruangan tempat saya di rawat, melihat ayah yang kesakitan saya merasa berdosa dan tidak tega , bahkan waktu itu saya berpikir " kalau saja saya naik bis dan tidak di antar ayah mungkin semua ini tidak akan terjadi" ,tapi setelah itu saya menyadari bahwa semua ini takdir dari yang maha KUASA ,dan saya percaya saya akan bisa melewati cobaan ini,walaupun ini cobaan terberat yang saya alami , sebelumnya saya tidak pernah memikirkan ini , rasanya sakit sekali kaki ini , sakit sesakit-sakitnya . Tak henti-hentinya saya berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT , memohon ampun padaNYA atas dosa-dosa yang saya perbuat, mungkin ini bentuk teguran dariNYA .



Hari demi hari saya lewati dengan penuh keluh kesah menanti jadwal oprasi tiba . Disaat yang sesulit itu beruntung saya di temani ibu dan sahabat-sahabat saya , merekalah yang memberi saya semangat dan menghibur setiap hari , dari situ saya mengerti arti sahabat , dan saya mulai menyadari yang mana sahabat dan mana yang bukan sahabat . sahabat itu ada di saat kita susah dan senang , bukan yang ada di saat kita sedang senang saja . 
Seminggu di rawat di rumah sakit saya belum mendapat jadwal oprasi, hanya ayah yang sudah ada jadwal oprasi, tapi gagal karena ternyata ayah terdeteksi penyakit lain yang membuatnya shock sehingga tidak jadi di oprasi saat itu .
Tepat nya tanggal 31 Oktober 2012 saya di oprasi pukul 14:30 dan selesai pukul 19:00 .
Selesai oprai saya mengalami kritis dan tidak bisa bernafas, Alhamdulilah selang beberapa waktu saya bisa melewati masa kritis itu , saya bersyukur masih di beri kesempatan hidup oleh yang maha KUASA.
Setelah tiba di ruangan tempat saya di rawat saya merasakan sakit yang sangaaaatt sakit , tiada lagi yang saya lakukan selain berdoa dan meminta ampun kepada Allah SWT saat itu .


Hingga hari demi hari ada perubahan di kaki dan diri saya , keadaan saya mulai membaik dan saya di perbolehkan untuk pulang ke rumah . betapa sedihnya saat itu karna ayah belum di oprasi karena kesehatan nya belum stabil , tetapi tidak lama dari situ ayah di oprasi dan boleh pulang ke rumah .
Banyak cerita kalau saya akan lama tidak beraktifitas, kaki saya tidak akan normal kembali,  tapi saya tidak mengiraukan itu . 
Setiap hari saya berdoa memohon padaNYA dan berusaha untuk bisa jalan agar saya bisa bekerja kembali .
Allah mempunyai rencana indah rupanya , awal Maret saya sudah bisa berjalan tanpa tongkat . mungkin ini jawaban dari semua doa-doa saya .


Allah memberi cobaan tidak akan melebihi batas kemampuan umatnya, jadi apapun cobaan nya kita pasti bisa melewatinya ,bila kita berhasil melewati cobaan itu maka kita dinaikan derajatnya di hadapan Allah SWT, Allah SWT pasti akan memberi Hadiah kepada kita atas cobaan yang telah kita alami, banyak hikmah di balik cobaan. Sebaiknya kita tidak berburuk sangka apabila kita di beri cobaan . Memohon ampunlah dan perbanyak berdzkir padaNYA . Karena Sesungguhnya dosa kita di kurangi oleh Allah SWT jika kita di beri sakit oleh Allah SWT .

Sekian dari saya, terima kasih sudah berkenan membaca cerita saya :)